Pewarisan Nilai Melalui Pendidikan Musik

Sebuah perspektif

Oleh Sularso

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk di dalamnya adalah musik. Sebagai negara multietnis, musik tradisional tentu tidak hanya dipandang sebagai karakteristik negara tetapi dapat dilihat sebagai spirit kebudayaan masyarakat pemiliknya.

Untuk waktu yang lama, acapkali musik tradisional sering dianggap hanya sebagai susunan irama dan rangkaian nada. Sedikit orang yang memandang musik tradisional sebagai budaya besar yang menyimpan kekayaan spiritual.  Jika terdapat pandangan budaya musik tradisional hanya sebagai budaya kecil, ini bentuk ketidakpahaman atas cara budaya musik bekerja, karena faktanya budaya kecil justru mampu memainkan peran besar.

Menginjak usia 75 Indonesia merdeka saat ini, kita membutuhkan gerakan reformasi dan inovasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan musik. Perhatian terhadap budaya musik tradisional harus semakin meningkat, musik etnis meski memiliki porsi yang seimbang dalam kurikulum pendidikan musik, fungsi guru musik harus benar-benar tepat sasaran dan wajib memilki wawasan kebudayaan yang mumpuni, karena fungsi pendidikan musik adalah merawat kesehatan mental siswa agar kesadaran budaya tetap terjaga.

Pendidikan musik harus menjadi alat untuk memfasilitasi pewarisan nilai hidup masyarakat. Topik penggalian dan pengenalan sejarah musik tradisional harus berjalan beriringan dengan pemahaman budaya dimana musik tradisional tumbuh dan berkembang. Karena isi dari berbagai jenis musik tradisional dapat melibatkan semua aspek kehidupan, bahkan cermin atau sudut pandang politik, ekonomi, budaya, cerita rakyat, bahasa, dan estetika turut melekat pada fakta musikal.

Argumentasi tersebut memperlihatkan bahwa apa yang tercermin dalam “budaya kecil” musik adalah nilai dari “budaya besar” yang sangat berharga. Dengan demikian memperlakukan musik tradisional untuk mendapatkan warisan berharga dari masa lalu melalui pendidikan musik memiliki arti yang sangat mendalam.

Sekolah sebagai ruang vital kebudayaan harus dapat melakukan transfer pengetahuan dan praktik budaya musik dengan baik. Untuk tujuan tersebut, maka dalam pendidikan musik sekolah, kita harus memperbaharui konsep-konsep pembelajaran musik, mencari langkah-langkah baru, dan bahkan harus meningkatkan vitalitas pendidikan musik nasional.

Yang pertama adalah memperkuat konstruksi bahan ajar musik sekolah. Materi budaya musik sekolah terdiri dari dua bagian, musik tradisional dan musik modern. Saat menyusun buku teks musik tradisional maka, kita tidak hanya menyusun karya dengan melodi yang indah, gaya etnik yang kuat, dan memberikan perhatian pada warna lokal, tetapi juga harus fokus pada konten konten yang sehat dan mencerahkan, sehingga siswa dapat memperoleh pendidikan estetika dari materi tersebut.

Kesadaran guru untuk menginspirasi siswa misalnya seperti berbuat baik, bekerja keras, dan menjaga keseimbangan dan harmoni alam melalui music harus dipegang erat. Guru wajib memberi siswa begitu banyak pengetahuan dan pencerahan dalam kelas pendek 45 menit. Materi positif semacam ini akan memungkinkan siswa untuk menghargai sesama, cinta tanah air secara spontan, dan mendapatkan kekayaan pengetahuan tentang sejarah dan kehidupan rakyat dari adat istiadat yang kaya lewat jalur pembelajaran seni musik.

Kedua, perlu untuk mengatur kegiatan ekstrakurikuler musik etnis. Dalam 20 tahun terakhir, kehidupan musik anak muda menjadi semakin berwarna, untuk itu penetrasi pembelajaran music etnis perlu digenjot agar kebertahanan music etnis tetap terjaga. Kegiatan ekstrakurikuler music etnis harus hadir ditengah-tengah kegiatan libur sekolah, karena umumnya anak-anak sangat bersukacita ketika kegiatan liburan sekolah tiba. Guru musik harus mendorong antusiasme anak-anak untuk belajar alat musik tradisional, dan mengatur kegitan tersebut tanpa menghilangkan kesempatan bermain mereka, guru dalam situasi ini harus cerdas dalam mengambil keuntungan tersebut.

Ketiga, kita harus memperbaiki sikap dan posisi pengajaran musik etnis Indonesia. Kita sadar Indonesia adalah negara yang terbuka bagi perkembangan budaya musik, termasuk budaya musik Barat. Dari perspektif hukum transmisi musik, terutama di era modern, transmisi musik apa pun sifatnya adalah dua arah. Transmisi musik etnis dan Barat bersifat terbuka, saling mempromosikan, dan hubungan interaktif, sehingga ini menjadi peluang untuk digunakan dalam medan kreativitas penciptaan. Namun dalam hal ini, prinsip pendidikan karakter berbasis pada music etnis, budaya musik etnis Indonesia harus mendapatkan prioritas dalam pendidikan musik sekolah, dan status musik etnis Indonesia sebagai prioritas utama harus ditetapkan dalam hati anak-anak muda. Kita harus dengan tegas mengatakan kepada generasi muda bahwa musik etnis Indonesia memiliki kekayaan spiritual yang sangat dibutuhkan diera saat ini.

Katakan kepada mereka musik tradisional tidak hanya mengacu pada masa lalu dan hari kemarin tetapi juga termasuk hari ini dan bahkan masa depan. Menggabungkan karya musik modern dengan musik etnis Indonesia menjadi repertoar musik baru dalam pendidikan musik sekolah akan membuka wacana baru, kesegaran baru, dan rasa musical yang unik. Inilah artinya mengapa musik tradisional adalah sungai yang tidak pernah mengering dalam medan kreativitas penciptaan music di masa depan.

Diskusi di atas hanyalah perspektif sederhana mengenai persoalan pewarisan nilai melalui pendidikan musik. Pelaksanaan pendidikan musik sekolah harus senantiasa diperiksa, apakah telah mendasarkan pada kekuatan music etnis dalam skala memajukan kebudayaan nasional, apa belum? Ini tidak hanya membutuhkan pedoman kebijakan yang benar, tetapi juga perbaikan terus-menerus melalui praktik mengajar dari sebagian besar guru musik. Ini mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun atau bahkan satu generasi kerja keras untuk dicapai. Namun, pembentukan sistem pendidikan musik sekolah yang khas ini merupakan perkembangan kreatif dalam sejarah pendidikan musik Indonesia. Mari kita bekerja sama untuk menyemai dan menumbuhkan bunga budaya musik etnis Indonesia dalam pendidikan musik sekolah.[]

Komentar Anda
Monggo, disebarkan...